Tambahkan 3,8 Km Jalur Sepeda, Dishub DKI Dikritik Komunitas
![]() |
| (Sumber Gambar: Liputan6.com/Immanuel Antonius) |
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah jalur sepeda sepanjang 3,8 kilometer pada 2025 sebagai bagian dari program "quick wins" 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur. Namun, komunitas pesepeda mempertanyakan komitmen dan konsistensi pemerintah dalam pembangunan dan pemeliharaan jalur sepeda.
JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana membangun jalur sepeda tambahan sepanjang 3,8 kilometer pada tahun 2025. Penambahan ini merupakan bagian dari program "quick wins" 100 hari kerja Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, dengan tujuan mendukung konsep "complete street" yang mengintegrasikan jalur sepeda dan pedestrianisasi.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa hingga akhir 2024, total panjang jalur sepeda di Jakarta telah mencapai 314,196 kilometer. Jalur-jalur ini dibangun berdasarkan tipologi jalan, volume kendaraan, dan kebutuhan ruang perkotaan. Pembangunan jalur sepeda terproteksi dilakukan dengan berbagai metode, seperti penggunaan planter box di Jalan Sudirman, aminitis/taman di Jalan Pattimura, dan paku marka jalan solar cell untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan.
Namun, rencana penambahan jalur sepeda ini mendapat kritik dari komunitas pesepeda, seperti Bike To Work (B2W) Indonesia. Mereka mempertanyakan realisasi pemeliharaan dan evaluasi jalur sepeda yang telah ada sejak 2023. B2W menyoroti kurangnya transparansi dalam pelaksanaan program strategis, serta pengalihan anggaran sebesar Rp37,3 miliar untuk pembelian 20 unit motor gede (moge) pengawalan, yang dinilai tidak sejalan dengan upaya pembangunan transportasi berkelanjutan.
Menanggapi kritik tersebut, Syafrin menegaskan bahwa Dishub DKI Jakarta terus melakukan pemeliharaan dan penambahan jalur sepeda secara bertahap. Ia juga menyatakan bahwa pada tahun 2026, pihaknya akan melaksanakan kajian komprehensif mengenai evaluasi terhadap kebutuhan jalur sepeda di wilayah DKI Jakarta.
Sebagai catatan, hingga akhir 2024, Jakarta telah memiliki 314,196 km jalur sepeda. Dishub DKI berencana mengevaluasi seluruh jaringan ini pada 2026 untuk memastikan efektivitasnya.
“Kami terbuka terhadap kritik. Evaluasi akan kami lakukan tahun depan agar kebijakan bisa adaptif terhadap kebutuhan warga,” pungkas Syafrin.
Dengan rencana penambahan jalur sepeda ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat menciptakan ruang jalan yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan, serta mendorong penggunaan transportasi aktif bebas emisi. Namun, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, transparansi anggaran, dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

Comments
Post a Comment