DKI jadwalkan kegiatan budaya setiap bulan yang dimulai Juni 2025

(Sumber Gambar: marketplus.co.id)
Mulai Juni 2025, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar Festival Kebudayaan Indonesia setiap bulan di Car Free Day Thamrin–Sudirman. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari persiapan menyambut lima abad Jakarta pada 2027. Namun, publik mempertanyakan konsistensi dan dampak nyata dari program ini.
JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan peluncuran Festival Kebudayaan Indonesia yang akan digelar setiap bulan mulai Juni 2025 di kawasan Car Free Day (CFD) Thamrin–Sudirman. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan lima abad Kota Jakarta pada 22 Juni 2027.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa festival ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat budaya di ruang publik dan melibatkan komunitas seni dari berbagai daerah di Indonesia. "Kami sedang mempersiapkan pengerahan komunitas seni budaya, olahraga, dan lainnya untuk meramaikan CFD Thamrin–Sudirman," ujar Rano dalam acara halal bihalal bersama wartawan di Balaikota Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Setiap bulan, festival akan menampilkan komunitas budaya berbeda, dimulai dengan pencak silat, kemudian budaya Betawi, Makassar, dan seterusnya. Setiap pertunjukan diperkirakan melibatkan sekitar seribu peserta dari berbagai komunitas yang telah menjalin kerja sama dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
Namun, meskipun inisiatif ini mendapat sambutan positif, beberapa pihak mempertanyakan keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari program ini. Pengamat budaya menyoroti pentingnya evaluasi berkala dan keterlibatan aktif masyarakat agar festival tidak hanya menjadi seremonial semata.
Sebagai bagian dari strategi menyambut lima abad Jakarta, Pemprov DKI juga menggandeng Dewan Kesenian Jakarta untuk mengkurasi berbagai acara budaya, termasuk Jakarta International Folklore Festival (JIFF) . Tagline "Jakarta 500, Jati Diri Indonesia, Megapolitan Dunia" diusung untuk memperkuat identitas budaya kota.
Dengan peluncuran Festival Kebudayaan Indonesia ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memperkuat identitas budaya kota dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya. Namun, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
Comments
Post a Comment