Pemprov DKI Kosongkan RDF Rorotan Usai Protes Warga Terkait Bau Menyengat
![]() |
| Sumber Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin |
Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko, menyatakan bahwa pengosongan fasilitas RDF melibatkan pemindahan 800 ton sampah lama dari bunker dan sekitar 600 ton produk RDF dari gudang produksi. "Sesuai arahan Pak Gubernur, kami akan mengosongkan semua sampah serta produk yang ada di RDF Rorotan," ujar Agung pada 22 Maret 2025.
Proses pengosongan dimulai pada 19 Maret dan ditargetkan selesai dalam beberapa hari. Sampah dan produk RDF tersebut dipindahkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Setelah pengosongan, bunker dan gudang akan dibersihkan dan diberikan pewangi untuk menghilangkan bau tidak sedap. "Nanti akan kita cuci semua dan diberi pewangi agar bau yang tidak sedap ini hilang," tambah Agung.
Keputusan ini diambil setelah mediasi antara pengelola RDF dan perwakilan warga yang terdampak bau menyengat dari fasilitas tersebut. Dalam kesepakatan, pengelola RDF sepakat menghentikan kegiatan pengolahan sampah dan mengeluarkan sampah serta produk RDF paling lambat 24 Maret 2025. Selain itu, pengelola berkomitmen memperbaiki sistem pengendalian bau dan asap sebelum melanjutkan uji coba operasional.
Warga sekitar, termasuk dari Perumahan Jakarta Garden City (JGC), sebelumnya mengeluhkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa warga bahkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan radang selaput mata akibat paparan bau tersebut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menyelesaikan permasalahan ini dan memastikan operasional RDF Rorotan berjalan optimal tanpa mengganggu kenyamanan warga sekitar. Langkah-langkah perbaikan akan terus dilakukan agar fasilitas ini dapat berfungsi sesuai tujuan awal dalam pengelolaan sampah di ibu kota.

Comments
Post a Comment