Pasar Tanah Abang Padat, Warga Serbu Baju Lebaran Lebih Awal
![]() |
Jakarta, 10 Maret 2025 – Meskipun Hari Raya Idul
Fitri masih sekitar 20 hari lagi, Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat sudah
mulai dipadati oleh pengunjung yang ingin berbelanja kebutuhan Lebaran. Pusat
grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara ini mengalami lonjakan pengunjung yang
signifikan sejak awal Maret.
Pengunjung yang memadati Pasar Tanah Abang berasal dari
berbagai daerah, termasuk Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Mereka datang untuk
membeli pakaian dan perlengkapan lainnya dalam rangka menyambut Lebaran. Para
pedagang di pasar tersebut juga merasakan dampak positif dengan meningkatnya
jumlah pembeli.
Lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang terjadi lebih awal
dari biasanya. Banyak pembeli yang memilih untuk berbelanja sebelum mendekati
Hari Raya Idul Fitri untuk menghindari keramaian yang lebih padat. Mereka
mencari berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian muslim seperti gamis dan koko,
hingga perlengkapan ibadah lainnya.
Fenomena peningkatan jumlah pengunjung ini mulai terlihat
sejak akhir Februari 2025 dan terus berlanjut hingga saat ini. Pasar Tanah
Abang, khususnya Blok A dan Blok B, menjadi pusat keramaian dengan lautan
manusia yang berlomba mendapatkan barang dengan harga miring.
Beberapa faktor yang mempengaruhi lonjakan pengunjung di
Pasar Tanah Abang antara lain:
- Harga yang Lebih Terjangkau: Banyak pembeli yang merasa harga barang di Pasar Tanah Abang lebih murah dibandingkan dengan tempat lain atau belanja online.
- Ketersediaan dan Variasi Barang: Pasar ini menawarkan berbagai macam produk dengan model dan kualitas yang beragam, sehingga menarik minat pembeli.
- Kepuasan Berbelanja Langsung: Sebagian besar pengunjung lebih memilih berbelanja langsung untuk memastikan kualitas dan kesesuaian barang yang dibeli.
Kepadatan pengunjung di Pasar Tanah Abang berdampak pada
berbagai aspek. Kemacetan lalu lintas tak terhindarkan, terutama di jalan-jalan
sekitar pasar akibat meningkatnya volume kendaraan dan aktivitas bongkar muat
barang. Sementara itu, para pedagang menikmati lonjakan omzet yang meningkat
hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Namun, di tengah keramaian ini,
risiko tindak kejahatan seperti pencopetan juga meningkat, sehingga pengunjung
diimbau untuk lebih waspada.
Nia Rahmah (28), seorang pengunjung yang datang dari Cikupa,
Kabupaten Tangerang, rela datang sejak pagi ke Pasar Tanah Abang untuk membeli
kebutuhan sandang menjelang Lebaran. Ia mengaku sudah menjadi kebiasaan setiap
tahun untuk berburu pakaian langsung di pasar dibandingkan berbelanja secara
daring.
"Setiap tahun pasti ke sini. Walaupun macet terus
desak-desakan di dalam pasar, rasanya kebayar banget bisa lihat dan pegang
langsung barangnya," ujar Nia, salah satu pengunjung Tanah Abang,
Senin (10/3/25).
Sementara itu, Milah (43), pembeli asal Cikarang, memilih
berbelanja sebelum Lebaran tiba untuk menghindari kepadatan di hari-hari
mendekati Lebaran.
"Saya lebih suka belanja sekarang, pertengahan
puasa, biar gak terlalu ramai," katanya.
Para pedagang juga merasakan dampak positif dari lonjakan
pengunjung ini. Mereka berharap tren peningkatan ini akan terus berlanjut
hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri.
"Alhamdulillah ada peningkatan pengunjung. Semoga omzet
juga ikut naik," ujar Fauzi, salah satu pedagang pakaian muslim.
Meskipun Lebaran masih 20 hari lagi, Pasar Tanah Abang sudah
mulai dipadati pengunjung yang ingin berbelanja kebutuhan Hari Raya. Antusiasme
masyarakat terlihat dari ramainya kios pakaian muslim, perlengkapan ibadah, dan
busana khas Lebaran. Lonjakan pengunjung ini juga membawa dampak positif bagi
para pedagang yang mulai merasakan peningkatan omzet sejak awal Ramadan.
